Archive for » September, 2008 «

Kaisar Longqing (Zhu Zaihou)

Kaisar Longqing (Hanzi: 隆庆, 1537-1572) adalah kaisar ke-12 dari Dinasti Ming yang bertahta selama enam tahun yaitu dari tahun 1567-1572. Terlahir dengan nama Zhu Zaihou (朱載垕), adalah anak ketiga dari Kaisar Jiajing. Tahun 1539 diberi gelar Pangeran Yu. Setelah Jiajing mangkat tahun 1567 dia menjadi meneruskan tahtanya, rezimnya diberi nama Longqing.

***

Pemerintahan

Begitu naik tahta, Longqing segera mengambil tindakan untuk memperbaiki segala sesuatu yang tidak benar selama pemerintahan ayahnya yang panjang. Dia mereformasi pemerintahannya dengan menghukum para penjilat dari pemerintahan ayahnya dan mempekerjakan pejabat-pejabat bersih untuk mengatasi situasi. Jendral Qi Jiguang yang pernah berjasa menghalau bajak laut Jepang dari pesisir timur diperintahkan untuk memperkuat pertahanan di Tembok Besar. Negarawan ulung, Gao Gong dan Zhang Juzheng diperintahkan mengadakan negosiasi damai dengan Mongol. Aktivitas perdagangan pun dibuka lagi di perbatasan sehingga hubungan antara Tiongkok dan Mongol yang telah membeku selama berabad-abad pun mulai menghangat kembali. Hal ini menciptakan stabilitas di sepanjang perbatasan utara.

more »

Li Baoyu (李抱玉)

Li Baoyu (Hanzi: 李抱玉, 703-15 April 777) alias An Zhongzhang (安重璋) atau An Baoyu (安抱玉), Adipati Zhaowu dari Liang (凉昭武公), adalah seorang jenderal pada pertengahan Dinasti Tang yang terkenal karena kontribusinya dalam mempertahankan negara semasa Pemberontakan Anshi dan mempertahankan perbatasan barat dari serbuan bangsa Tufan (Tibet).

***

Latar belakang

Li terlahir dengan nama An Zhongzhang tahun 703 pada masa pemerintahan kaisar wanita Wu Zetian. Leluhurnya berasal dari Parthia (Persia) namun telah menetap di wilayah Hexi selama beberapa generasi. Kakek moyangnya, An Xinggui, adalah seorang pejabat pada awal Dinasti Tang yang membantu Li Yuan mempersatukan negara dengan mengalahkan Li Gui, salah satu rezim separatis yang berkuasa di wilayah Gansu dan sebelah barat Sungai Kuning. Keluarga An secara turun-temurun termashyur akan kemampuannya sebagai peternak kuda yang hebat. Beberapa dari mereka bermigrasi ke wilayah sekitar ibukota Chang’an (sekarang Xi’an, Shaanxi), disana mereka mempelajari literatur Tiongkok dan kawin campur dengan keluarga-keluarga lokal. An Zhongzhang yang tumbuh besar di wilayah barat adalah seorang yang mahir berkuda dan memanah. Ia masuk militer pada usia muda, ia dikenal sebagai seorang prajurit yang banyak siasat, teliti, dan berdedikasi tinggi. Pada tahun-tahun terakhir masa pemerintahan Kaisar Tang Xuanzong, An dianugerahi nama kehormatan Baoyu (yang artinya ‘dia yang memegang batu kumala’) oleh sang kaisar karena prestasinya yang menonjol. Tahun 755, Jenderal An Lushan melakukan pemberontakan di Fanyang (sekarang Beijing) dan mendeklarasikan berdirinya Kekaisaran Yan. Saat itu An Baoyu sedang menjaga kota Nanyang. An Lushan mengirim utusan ke sana dan mencoba membujuknya agar menyerah padanya, namun karena kesetiaannya pada Dinasti Tang, ia membunuh utusan itu dan rombongannya.

more »

Kaisar Jiajing (Zhu Houcong)

Kaisar Jiajing (Hanzi: 嘉靖, 1507-1567) adalah kaisar ke-11 dari Dinasti Ming yang memerintah dari tahun 1521 sampai 1567. Terlahir dengan nama Zhu Houcong (朱厚熜). Dia adalah anak sulung dari Zhu Youyuan dan sepupu dari kaisar sebelumnya, Zhengde. Dia menjadi kaisar setelah Zhengde mangkat tanpa meninggalkan keturunan.

***

Awal pemerintahan

Setelah naik tahta, tahun-tahun awal pemerintahannya berjalan cukup baik. Dia membatalkan kebijakan-kebijakan yang merugikan dari rezim Zhengde dan menyingkirkan pejabat dan kasim-kasim korup dari tubuh pemerintahan. Jiang Bin, pejabat militer yang jahat juga dieksekusi atas perintahnya. Selain itu dia juga memerintahkan pemotongan pajak di daerah-daerah yang dilanda bencana alam. Wanita-wanita yang ditawarkan padanya sebagai hadiah dikirim pulang.

more »

Bab 2 Bagian 1: Zhang Fei Memukul Petugas Kerajaan – 1

Dong Zhuo lahir di daerah barat laut Tiongkok, tepatnya di Lintao di daerah lembah barat. Sebagai Gubernur He Dong, Dong Zhuo sangat sombong dan berlebihan. Tetapi hari di mana dia memperlakukan Liu Bei dengan kasar dapat saja menjadi hari terakhirnya, jika saja Liu Bei dan Guan Yu tidak menahan Zhang Fei yang sedang marah.

“Ingat Dia adalah Pejabat Pemerintah yang diangkat Kerajaan”, Kata Liu Bei. “Siapakah kita untuk memutuskan dan menghukum ?”

more »

Pang Tong

Nama Lengkap: Pang Shiyuan
Lahir: A.D. 178
Meninggal: A.D. 213

Pang Tong dikenal sebagai salah satu lawan yang seimbang bagi Zhuge Liang. Sima Hui memberitahu Liu Bei bahwa dia dapat menguasai dunia apabila mendapatkan salah satu diantara mereka.

Pada awal pertempuran di Chibi, Cao Cao menyetujui usul Pang Tong untuk menggabungkan kapal-kapal yang ada dengan rantai. Dengan penggabungan tersebut maka kapal-kapal menjadi lebih stabil terhadap gelombang air dan mengurangi jumlah tentara yang mabuk karena gelombang Sungai Yangtze. Meskipun diperingatkan oleh Cheng Yu bahwa hal itu sangat berbahaya dan rentan terhadap serangan api, Cao Cao membantah hal itu dan mengatakan serangan dengan api tidak mungkin karena arah angin yang tidak mendukung.

more »

Nyonya Zhu Rong

Istri dari Meng Huo, seorang kepala pemberontak. Dia adalah satu-satunya wanita dalam kisah Tiga Negara yang maju berperang dan menghadapi musuh bersama-sama sang suami.

more »

Feng Yuxiang (冯玉祥)

Feng Yuxiang (Hanzi: 冯玉祥, 1882-1948) adalah seorang panglima perang pada masa Republik Tiongkok awal abad-20. Ia lahir di Kabupaten Chao, Provinsi Anhui (sekarang Kabupaten Chaohu) dari keluarga seorang pejabat militer Qing sehingga menghabiskan masa mudanya dalam lingkungan militer. Pada umur 16 tahun, ia menjadi tentara, disana sudah nampak potensinya sebagai seorang pekerja keras dan bermotivasi tinggi. Feng, seperti juga para perwira muda pada masa itu, tertarik dengan ide-ide revolusioner dan terlibat dalam sebuah pemberontakan militer yang menyebabkannya hampir dihukum mati atas tuduhan pengkhianatan terhadap negara. Ia kemudian bergabung dalam Pasukan Beiyang pimpinan Yuan Shikai dan masuk Kristen pada tahun 1914. Karirnya sebagai panglima perang berawal pada tahun 1916, tidak lama setelah jatuhnya pemerintahan jenderal Yuan. Ia memerintah wilayah kekuasaannya dengan sistem campuran antara budaya paternalistik Kristen, sosialisme, dan displin militer yang tegas, ia sering membawa anak buahnya masuk Kristen dan dibaptis, juga melarang mereka mengkonsumsi opium sehingga ia mendapat julukan Panglima Kristen. Pada awal 1920-an, Feng dikenal sebagai salah satu panglima dari Komplotan Zhili (dinamakan sesuai wilayah Zhili yang meliputi Beijing, Tianjin, bagian selatan Hebei, Liaoning, dan Mongolia Dalam yang menjadi basis mereka). Komplotan ini terlibat pertikaian sengit dengan Komplotan Fengtian yang dikepalai Zhang Zuolin dan dalam Perang Zhili-Fengtian I, mereka berhasil mengalahkan Komplotan Fengtian. Pada saat itu pula, Feng mulai mencondongkan halauannnya pada Uni Soviet.

more »

Kaisar Zhengde (Zhu Houzhao)

Kaisar Zhengde (Hanzi: 正德, 1491-1521) adalah kaisar Dinasti Ming yang memerintah dari tahun 1505 sampai 1521. Dia adalah satu-satunya putra Kaisar Hongzhi yang tersisa, saudaranya meninggal saat masih bayi. Terlahir dengan nama Zhu Houzhao (朱厚照). Tidak seperti ayahnya yang bijak, Zhengde dikatakan sebagai kaisar Ming yang bermoral paling bejat.

***

Pemerintahan

Zhengde mendapat gelar sebagai putra mahkota tahun 1492. Dia menjadi kaisar tahun 1505 setelah ayahnya mangkat dan menamai rezimnya Zhengde. Dia mempercayai pejabat-pejabat korup dan menyimpan banyak wanita di istana belakang. Zhengde banyak menghabiskan waktunya bermain wanita. Bosan dengan wanita-wanita di istananya, dia memerintahkan wanita-wanita dari Asia Barat dan Tengah dibawakan untuknya. Setelah merasa jenuh dengan mereka, dia memerintahkan wanita-wanita dari rumah pejabat-pejabatnya dibawa padanya.

more »

Yi Yin (伊尹)

Yi Yin (Hanzi: 伊尹, 1648 SM-1549 SM) adalah negarawan yang turut membantu Cheng Tang mendirikan Dinasti Shang. Pengaruhnya pada masa-masa awal Dinasti Shang sangat besar.

***

Kehidupan awal

Yi berasal dari golongan budak yang bekerja untuk istri Tang. Walaupun seorang budak, Yi dikaruniai otak yang cerdas, ia belajar dan memahami karya-karya klasik dan strategi dari lingkungan istana tempatnya bekerja. Belakangan ia bekerja sebagai koki di istana Tang. Dalam suatu kesempatan, Tang sangat terkesan ketika bercakap-cakap dengannya mengenai masakan. Yi mengatakan bahwa untuk memasak dengan baik jangan menaburkan garam terlalu banyak atau terlalu sedikit, dengan campuran bahan-bahan yang tepat maka terciptalah makanan yang lezat, hal ini sama dengan mengatur negara, seorang penguasa tidak dapat memerintah dengan baik kecuali dia dapat bertindak rasional dan tepat. Mendengar itu, Tang menyadari bahwa Yi mempunyai bakat besar, maka ia mencabut status budaknya dan memberikan jabatan sebagai menteri.

more »

Kaisar Zhang dari Han (Liu Da)

Kaisar Zhang dari Han (Hanzi: 汉章帝, 57-88) yang nama aslinya Liu Da (刘炟), adalah kaisar ke-3 Dinasti Han Timur, Tiongkok. Ia adalah seorang pemimpin yang rajin dan pekerja keras. Ia mengurangi pajak dan menaruh perhatian besar terhadap masalah negara. Selain itu ia juga memangkas pengeluaran pemerintah dan mempromosikan Konfusianisme. Akibatnya pada masa pemerintahannya, rakyat hidup makmur dan kebudayaan Tiongkok berkembang pesat. Masa pemerintahannya dan ayahnya (Kaisar Ming dari Han) dianggap sebagai abad keemasan Dinasti Han Timur dan dikenal dengan nama Zaman Ming-Zhang (明章之治).Pada masa pemerintahannya pula, Tiongkok meluaskan pengaruhnya hingga ke luar negeri. Jenderal Ban Chao memimpin pasukan Han ke barat menyeberangi Laut Kaspia hingga ke wilayah yang kini adalah negara Ukraina dengan misi memerangi suku barbar Xiongnu yang sering mengganggu rute perdagangan Jalan Sutera. Ekspedisi militer ke barat ini membuka hubungan antara Tiongkok dengan Kekaisaran Parthia (sekarang Iran), Tiongkok juga mengirim duta besarnya ke Roma.

Kaisar Zhang adalah kaisar bijak terakhir Dinasti Han Timur. Para penerusnya tidak lebih dari penguasa-penguasa dungu yang dikendalikan oleh para kasim dan keluarga kaisar dari pihak ibu. Hal ini tidak lepas dari kesalahannya memberikan kekuasaan pada kerabat kekaisaran dari pihak ibu dan istrinya yang menjadi bibit penyalahgunaan wewenang oleh keluarga kekaisaran.

more »

Category: Dinasti Han  Tags: ,  2 Comments