Bab 1 Bagian 2: Bersama Menghancurkan Pemberontak

Setelah bersumpah menjadi saudara dan berhasil merekrut pasukan pertamanya pada keseokan harinya 3 saudara itu mulai mempersiapkan diri mereka semua untuk maju kemedan perang melawan para pemeberontak.

Setelah senjata dikumpulkan dan dibagi-bagikan mereka sadar bahwa mereka tidak memiliki kuda seekorpun. Tetapi mereka di gembirkan oleh kabar bahwa ada seorang pedangang kuda yang barus memasuki kota.

“Langit membantu kita”, kata Liu Bei.

3 saudara tersebut menyambut sang pedangang kuda tadi. Mereka adalah Zhang Shi Ping dan Su Shuang dari ZhongShan. Mereka pergi kedaerah utara setiap tahunnya untuk membeli kuda. Mereka sekarang sedang dalam perjalanan pulang karena adanya pemberontakan dimana-mana. 3 saudara itu mengundang mereka pergi ke tanah pertanian Zhang Fei dan menjamu mereka dengan arak. Liu Bei lalu menceritakan rencana mereka untuk berjuang mengembalikan kedamaian bagi rakyat. Kedua pedagang itu sangat bersimpati dan akhirnya memberikan 50 kuda, 500 ons emas dan perak, 1500 pon besi baja untuk dibuat senjata.

Continue reading »

Kaisar Hongxi (洪熙)

Kaisar Hongxi (Hanzi: 洪熙, 1378-1425) adalah kaisar ke-4 Dinasti Ming. Terlahir dengan nama Zhu Gaochi (朱高炽), adalah anak sulung dari Zhu Di. Dia mewarisi tahta setelah ayahnya mangkat tahun 1424 dan menamakan rezimnya Hongxi, namun dia meninggal setahun setelah bertahta dalam usia 48 tahun.

***
Kehidupan awal
Sejak kecil Zhu Gaochi dididik dengan baik oleh guru-guru beraliran Konfusius. Ketika ayahnya melakukan kudeta dan menyatakan perang terhadap Kaisar Jianwen, dia bertugas menjaga kota Beijing. Hanya dengan pasukan berkekuatan 10.000 orang dia bertempur dengan gagah berani melawan 500.000 tentara yang pro-Jianwen.

Continue reading »

Kudeta di Gerbang Xuanwu

Kudeta di Gerbang Xuanwu (Hanzi: 玄武门之变, pinyin: Xuanwumen zhi bian, 2 Juli 626) adalah sebuah insiden yang merupakan puncak dari intrik keluarga Dinasti Tang antara putra-putra Kaisar Tang Gaozu (高祖) yaitu putra mahkota Li Jiancheng (李建成) dan Li Shimin (李世民). Li Jiancheng yang iri pada Li Shimin bermaksud membunuhnya, namun Li Shimin yang telah mencium rencana ini mengambil tindakan pendahuluan dengan menyergap Li Jiancheng di gerbang Xuanwu, gerbang yang menuju ke istana Kaisar Gaozu. Disana Li Shimin membunuh kakaknya dan juga adiknya, Li Yuanji (李元吉), yang mendukung Li Jiancheng. Setelah itu ia mengirim pasukan ke istana untuk menghadap ayahnya. Di bawah intimidasi, Kaisar Gaozu menyerahkan status putra mahkota pada Li Shimin dan turun tahta dua bulan kemudian serta menyerahkan tahtanya pada putra keduanya itu. Peristiwa berdarah ini terjadi di Chang’an (sekarang Xi’an, Provinsi Shaanxi)

Continue reading »

Bab 1 Bagian 1: 3 Pendekar Bersumpah Menjadi Saudara

Di Kota Zhou hiduplah seorang yang sangat bersemangat, Dia bukanlah seorang pelajar kutu buku tetapi Wawasannya sangat luas dan pikirannya terbuka untuk banyak hal. Bicaranya tidak banyak dan pembawaanya sangat tenang. Tubuhnya Tinggi Tegap, matanya besar dan kupingnya lebar, tanganya kuat dan bahunya lebar serta memiliki bibir berwana kemerahan dan muka yang tidak pucat, matanya bersinar penuh dengan semangat yang ada di dalam dirinya.

Dia adalah keturunan dari pangeran Sheng dari ZhongShan yang ayahnya adalah Kaisar JING (memerintah dari thn 157 SM-141 SM),kaisar ke 4 dinasti Han. Dia bernama Liu Bei. Lama sebelumnya salah satu kakeknya pernah menjadi gubernur didaerah itu, tetapi kehilangan jabatannya akibat kesalah yang dilakukannya pada suatu upacara kerajaan. Ayahnya adalah Liu Hong, seorang pelajar dan pejabat yang jujur tetapi seperti semua layaknya pejabat yang jujur waktu itu maka dia mati muda dan meninggalkan keluarganya hidup dalam kemiskinan dan Liu Bei terkenal karena dia sangat hormat kepada ibunya.

Continue reading »

Kaisar Xuande (宣德帝)

Kaisar Xuande (Hanzi: 宣德帝, 1398-1435) adalah kaisar ke-5 Dinasti Ming. Dia adalah anak sulung Kaisar Hongxi, terlahir dengan nama Zhu Zhanji (朱瞻基). Pemerintahannya yang berlangsung tahun 1425 sampai 1435 disebut abad emas Dinasti Ming karena negara stabil, aman dan makmur, bersama dengan masa pemerintahan ayahnya yang singkat jaman ini sering disebut “jaman Ren-Xuan” sesuai nama kuil mereka, Renzong dan Xuanzong.

***
Kehidupan awal

Zhu Zhanji seorang yang menggemari puisi dan literatur. Dia mendapat gelar putra mahkotanya begitu ayahnya naik tahta. Ketika berada di Nanjing untuk menangani bencana gempa bumi, tiba-tiba datang laporan darurat dari Beijing yang mengabarkan kematian ayahnya yang mendadak dan menyuruhnya segera kembali ke ibukota. Dalam perjalanannya pulang ke Beijing, tersebar isu bahwa pamannya, Zhu Gaoxu berencana menjebaknya di perjalanan, namun dia tetap meneruskan perjalanan ke utara tanpa rasa takut dan memang benar itu hanya kabar burung belaka. Begitu tiba di istana, dia segera mengambil alih tahta dan menamai rezimnya Xuande pada tahun berikutnya.

Continue reading »