Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-69

Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-69

Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-69
17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2014

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H

Tionghoa.com mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H

Mohon Maaf Lahir & Batin.

Anak Berbakat Yang Tidak Bersekolah

Fang Zhongyong terlahir dari keluarga yang sederhana, nenek moyangnya tidak ada yang mengeyam pendidikan.

Telah 5 tahun Fang Zhongyong tidak pernah menggunakan alat-alat tulis, seperti kuas, tinta, dan bakhi.

Hingga pada suatu hari secara tiba-tiba dia menangis sambil merengek, “Aku mau kuas, tinta, dan bakhi. Aku mau…..”

Ayahnya kebingungan, namun karena Fang Zhongyong terus merengek, akhirnya sang ayah meminjam dari tetangga.

Lalu Fang Zhongyong mulai menulis.
more »

Memilih Buah Pir Terkecil

Kong Rong adalah anak ke 6 dari 7 bersaudara, yang tinggal di kota Taishan pada masa Dinasti Han Timur. Ayahnya bernama Kong Zhou.

Sejak kecil Kong Rong cerdik, sopan, pintar dan berpengetahuan luas.

Pada suatu hari, datang seorang teman Kong Zhou memberikan sekeranjang buah Pir.

“Anak-anak ayo makan buah Pir,” kata Kong Zhou kepada anak-anaknya.

Kecuali Kong Rong, mereka langsung berebut memilih buah Pir yang paling besar.

“Hentikan!”
more »

Ibukota Negara Tidak Pernah Banjir

Pada masa pemerintahan tahun pertama Kaisar Han yang bernama Cheng Di, terjadi hujan selama 40 hari 40 malam. Sehingga menimbulkan kekacauan di Ibukota.

“Banjir…..”

“Lari…..”

“Selamatkan dirimu…..”

“Banjir datang…..”

“Ayo semua lari…..”
more »

Membunuh Pembelot Dengan Tangan Musuh

Gubernur Weizhou yang bernama Cao Wei sedang mengadakan jamuan dengan para jenderal, tiba-tiba datang laporan, “Beberapa ribu orang telah memberontak dan membelot ke kubu musuh.”

Para jenderal kebingungan.

Dengan santai, Gubernur Cao Wei berkata, “Tenang. Aku yang menyuruh mereka.”

“Tapi ini adalah hal rahasia. Jangan katakan kepada siapapun.”
more »

Mayat di Dalam Sumur

Ada seorang lelaki yang hidup pada masa pemerintahan Dinasti Han Timur. Suatu hari dia hilang tanpa jejak apapun.

Beberapa hari kemudian, ada yang memberitahu istrinya bahwa terdapat mayat di dalam sumur.

Sang istri melihat ke dalam sumur, dan berseru, “Oh itu adalah mayat suamiku”, kemudian dia menangis tersedu-sedu.

Kejadian tersebut dengan cepat sampai ke Gubernur Zhang Sheng.
more »

Kaisar Dinasti Ming Yang Mabuk Hiburan

Seorang pejabat Dinasti Ming yang bernama Liu Jin sangat tamak akan kekuasaan. Liu Jin banyak mengadakan pesta hiburan bagi sang Kaisar.

Saat Kaisar sedang bersenang-senang, Liu Jin datang dengan membawa tumpukan dokumen untuk dibaca dan disetujui oleh Kaisar.

Kejadian tersebut terjadi berulang-ulang, sehingga membuat Kaisar sangat marah, “Apa saja kerjamu? Mengapa kamu selalu menggangguku dengan dokumen-dokumen itu?”
more »

Permaisuri Qi Memukul Hancur Cincin Giok Berkait

Kaisar Qin mengirimkan hadiah berupa sebuah cincin giok berkait bagi Permaisuri Qi.

“Kami mendengar bahwa rakyat Qi sangat pandai. Bisakah Yang Mulia Permaisuri membuka cincin giok berkait ini?”, tanya utusan Qin.

Permaisuri Qi mengambil palu, lalu memukul hancur cincin giok berkait tersebut.
more »

Bakcang Mini

Bahan:
500 g beras ketan, cuci bersih, rendam semalaman
1 sdm kecap manis
1 sdt kecap asin
minyak untuk menumis
daun bambu untuk membungkus
tali rafia untuk mengikat

Bahan isi:
150 g daging paha ayam, potong dadu
2 butir bawang merah, cincang halus
1 siung bawang putih, cincang halus
1 cm jahe, cincang halus
1 sdt ebi, rendam air panas, cincang halus
3 buah jamur shitake kering, rendam hingga lunak, potong-potong, tumis sebentar
3 butir telur asin, ambil kuningnya saja, potong-potong
50 g kacang tanah kupas sangrai
3 sdm kecap manis
1 sdt kecap asin
1/4 sdt merica bubuk
1/4 sdt garam
minyak untuk menumis
more »